Selamat Datang di Pengadilan Agama Martapura Kelas I.B | Jalan Perwira No.79 RT.07 RW.2 Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan | Email : pa.martapura@gmail.com
Pilih Bahasa

KALENDER HIJRIAH

Jum'at
10
Muharram
1440 H

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

WEB INFO

Jumlah Pengunjung :
279993
Pengunjung Hari Ini :
38
User Online :
1
Terakhir Update :
06-09-2018

HOW ABOUT OUR WEB

 

Tingkat Banding

A.

LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN PEMOHON BANDING

 

1.

Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar’iah dalam tenggang  waktu :

 

 

 

 

 

 

a.

14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;

 

 

 

 

 

 

b.

30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947);

 

 

 

 

 

2.

Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989);

 

 

 

 

 

3.

Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947);

 

 

 

 

 

4.

Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947);

 

 

 

 

 

5.

Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di kantor pengadilan agama/mahkamah syar’iah (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947);

 

 

 

 

 

6.

Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi oleh pengadilan agama/mahkamah syar’iah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding;

 

 

 

 

 

7.

Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi ke pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak;

 

 

 

 

 

8.

Pengadilan agama/mahkamah syar’iah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak;

 

 

 

 

 

9.

a.

Untuk perkara cerai talak :

 

 

 

1)

Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon;

 

 

 

2)

Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari;

 

 

 

 

 

 

b.

Untuk perkara cerai gugat :

Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari;

 

 

B.

PROSES PENYELESAIAN PERKARA

 

1.

Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register;

 

 

 

 

2.

Ketua pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi membuat Penetapan Majelis Hakim yang akan memeriksa berkas;

 

 

 

 

3.

Panitera menetapkan panitera pengganti yang akan membantu majelis;

 

 

 

 

4.

Panitera pengganti menyerahkan berkas kepada ketua majelis;

 

 

 

 

5.

Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi;

 

 

 

 

6.

Majelis Hakim Tinggi memutus perkara banding;

 

 

 

 

7.

Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui pengadilan tingkat pertama.[]

 

 

 

Total akses : 1037