Selamat Datang di Pengadilan Agama Martapura Kelas I.B | Jalan Perwira No.79 RT.07 RW.2 Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan | Email : pa.martapura@gmail.com
Pilih Bahasa

KALENDER HIJRIAH

Minggu
4
Jumadil Awwal
1439 H

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SITUS PILIHAN

WEB INFO

Jumlah Pengunjung :
250213
Pengunjung Hari Ini :
67
User Online :
2
Terakhir Update :
19-01-2018

HOW ABOUT OUR WEB

 

Wilayah hukum

 

 

KABUPATEN Banjar berada diantara 2°49’55 -3°43’38 Lintang Selatan dan diantara 114°30’20" - 115°35’37" Bujur Timur. Kab. Banjar memiliki Luas Wilayah ±4.688 Km2 (Data Kab. Banjar dalam Angka 2006-BPS) dan merupakan kabupaten terluas ketiga di Propinsi Kalimantan Selatan. Daerahnya dilintasi oleh sebuah sungai besar yaitu Sungai Martapura, sungai yang menghubungkan kota Martapura (ibukota Kabupaten Banjar) dengan Banjarmasin (ibukota Provinsi Kalimantan Selatan) kemudian muaranya bersatu dengan Sungai Barito.

Batas wilayah Kabupaten Banjar

    * Utara Kabupaten Tapin
    * Selatan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut
    * Timur Kabupaten Kotabaru & Tanah Bumbu
    * Barat Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala

Topografi
KONDISI topografi di wilayah beraneka ragam, tidak sepenuhnya dataran. Perbukitan dan pegunungan dibagian sebelah utara dan timur. Bagian sebelah barat dan selatan terdapat dataran rendah berupa tanah biasa dan tanah rawa.

Hidrografi
SELAIN ditutupi oleh batu-batuan sedimen dan terdiri dari dataran tinggi sebagian dari daerah Kabupaten Banjar merupakan daerah dataran rendah yang dilewati sungai besar yaitu sungai Martapura, sungai Riam Kanan dan sungai Riam Kiwa serta beberapa sungai-sungai kecil dengan keadaan hidrografinya sangat dipengaruhi oleh curah hujan, terlebih lagi daerah rawa.

Iklim
WILAYAH Kabupaten Banjar sebagian bear didominasi oleh tipe iklim B, dengan curah hujan tahunan berkisar 2.000 – 2.500mm, curah hujan perhari hujan berkiar 9,5 – 18,6 mm/hari hujan dan hari hujan perbulan rata-rata berkisar 12,3 – 15,6 hari/bulan. Tekanan udara berkisar 1.007,3 – 1.014,3 milibar dan kelembaban udara berkisar 48 % - 100 %. Sedangkan suhu udara berkisar dari 20º C – 36,2º C, serta kecepatan angin ratarata 5,5 knot. Persentase penyinaran matahari berkisar dari 21% - 89%.

 Wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Martapura terdiri dari 19 Kecamatan, Yaitu :

1.  Kecamatan  Martapura Kota
2.  Kecamatan  Martapura Timur
3.  Kecamatan  Martapura Barat
4.  Kecamatan  Aluh-aluh
5.  Kecamatan  Kertak Hanyar
6.  Kecamatan  Tatah Makmur
7.  Kecamatan  Gambut
8.  Kecamatan  Sungai Tabuk
9.  Kecamatan  Karang Intan
10. Kecamatan  Astambul
11. Kecamatan  Simpang Empat
12. Kecamatan  Pengaron
13. Kecamatan  Sungai Pinang
14. Kecamatan  Aranio
15. Kecamatan  Mataraman
16. Kecamatan  Beruntung Baru
17. Kecamatan  Sambung Makmur
18. Kecamatan  Peramasan
19. Kecamatan  Telaga Bauntung
 

KONDISI WILAYAH

Posisi geografis Kabupaten Banjar, yang berada di antara 2o49’55” Lintang Selatan dan 115o35’37” Bujur Timur, menempatkannya di jalur transportasi antar Propinsi Kalimantan Selatan – Kalimantan Timur. Hal ini sekaligus membuat Kabupaten Banjar memiliki posisi strategis sebagai lintas ekonomi dan sebagai daerah penyangga bagi wilayah sekitarnya. Wilayah tersebut adalah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di sebelah barat, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut di sebelah selatan, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Kotabaru di sebelah timur dan Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di sebelah Utara.

Secara topografis wilayah Kabupaten Banjar merupakan daratan dan pegunungan yang ketinggiannya dari permukaan laut bervariasi berkisar antara 0 s/d 1.878 meter. Ketinggian ini merupakan salah satu faktor yang menentukan letak kegiatan penduduk, maka ketinggian juga dipakai sebagai penentuan batas wilayah tanah usaha, dimana 35 % berada di ketinggian 0–7 m dpl, 55,54 % ada pada ketinggian 50–300 m dpl, sisanya 9,45 % lebih dari 300 m dpl.

Rendahnya letak Kabupaten Banjar dari permukaan laut menyebabkan aliran air pada permukaan tanah menjadi kurang lancar. Akibatnya sebagian wilayah selalu tergenang (29,93%) sebagian lagi (0,58%) tergenang secara periodik.

Pada umumnya tanah di wilayah ini bertekstur halus (77,62%) yaitu meliputi tanah liat, berlempung, ber-pasir dan berdebu Sementara 14,93 % bertekstur sedang yaitu jenis lempung, berdebu, liat berpasir, sisanya 5,39 % bertekstur kasar yaitu pasir berlempung, pasir berdebu.

Kedalaman tanah yang efektif bagi akar untuk leluasa mengambil air bagi tumbuhnya tanaman, di wilayah ini pada umumnya (66,45%) lebih dari 90 cm, sementara kedalaman 60-90 cm meliputi 18,72 %, dan 30-60 cm hanya 14,83 %.

Menurut peta tanah eksplorasi tahun 1981 skala 1:1.000.000 dari Lembaga Penelitian Bogor di wilayah dijumpai jenis tanah; Tanah organosol, gleihumus dengan bahan induk bahan aluvial dan fisiografi dataran yang me-liputi 28,57% dari luas wilayah. Tanah aluvial dengan bahan induk lahan aluvial dan fisiografi dataran meliputi 3,72%. Tanah komplek podsolik merah kuning dan la-terit dengan bahan induk batuan baku dengan fisiografi dataran meliputi 14,29%. Tanah latosol dengan bahan induk batuan beku dan fisiografi intrusi meliputi 24,84%. Tanah komplek podsolik merah kuning, latosol dengan batu induk endapan dan metamorf meliputi 28,57%.

Posisi topografis seperti ini menyebabkan aliran air pada permukaan tanah Kabupaten banjar kurang lancar. Akibatnya 299,93% wilayah selalu tergenang dan 0,58% lainnya tergenang secara periodik.

Bagian barat Kabupaten Banjar merupakan wilayah datar dan pasang surut yang sebagian diperuntukan sebagai lahan pertanian/sawah. Sedangkan bagian timur daerah berbukit, kebanyakan ditumbuhi padang alang-alang, belukar dan hutan primer, dan sebagian juga diperuntukkan sebagai lahan sawah.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarbaru, Wilayah Kabupaten Banjar didominasi iklim B dengan curah hujan perbulan berkisar 12,3 – 25,6 hari/bulan. Sedangkan suhu udara berkisar dari 17,7oC di bulan Agustus sampai dengan 35,5oC di bulan Oktober.

Seperti halnya daerah lain yang termasuk dalam wilayah Indonesia, maka di Kabupaten Banjar juga hanya mengenal dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan.

Keadaan ini berkaitan erat dengan arus angin yang bertiup di Indonesia. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau di Indonesia. Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik setelah melewati beberapa lautan, dan pada bulan-bulan tersebut biasanya terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober - Noember.

Suhu udara di suatu tempat ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarbaru pada tahun 2008, suhu udara di Kabupaten Banjar rata-rata berkisar antara 22,13oC sampai 32,8oC. Suhu udara maksimum terjadi pada bulan Mei (32,8oC) dan suhu minimum terjadi pada bulan September (22,8oC). Selain itu, sebagai daerah tropis maka kelembaban udara relatif tinggi dengan rata-rata berkisar 40,0 % sampai 100,0 %, dengan kelembaban maksimum pada bulan Februari, Maret, April, Oktober, November, dan Desember dan serta minimum pada bulan September.

Curah hujan di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan topographi dan perputaran/pertemuan arus udara. Curah hujan yang disajikan pada tabel 1.2.1 menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan selama tahun 2008 tercatat rata-rata 210,2 mm, dengan jumlah terendah terjadi pada bulan Mei (54,4mm) dan tertinggi terjadi pada bulan Maret (554,3mm). Rata-rata jumlah hari hujan sebanyak 22 dengan jumlah hari hujan terbanyak pada bulan Maret (27 hari), sebaliknya jumlah hari terendah pada bulan September (14 hari).

Antara curah hujan dan keadaan angin biasanya ada hubungan erat satu sama lain. Walaupun demikian, tidak semuanya terjadi hubungan yang demikian. Keadaan angin pada musim hujan biasanya lebih kencang dan angin bertiup dari barat dan barat laut. Oleh karena itu musim tersebut dikenal dengan sebutan musim barat. Pada musim kemarau angin timur bertiup dari benua Australia, keadaan angin pada saat itu bisa juga kencang, Pada tahun 2008 kecepatan angin yang terjadi rata-rata sebesar 6,7 knots per bulan (Tabel 01.02.05).

 

Total akses : 7877